Polda Jabar Dukung Film "Menang untuk Kalah", Karya Anak Bangsa dari Bandung untuk Indonesia sebagai Edukasi Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal
JABARINDO.COM -Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mendukung penuh produksi film drama sosial berjudul Menang untuk Kalah, sebuah karya perfilman yang lahir dari Bandung untuk Indonesia dengan mengangkat fenomena maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang saat ini menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat.
Film yang disutradarai oleh Hastobroto ini mengisahkan perjalanan Bima, seorang kepala keluarga yang memiliki niat tulus untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya. Namun, di tengah tekanan ekonomi, Bima tergiur jalan pintas melalui judi online yang pada awalnya memberikan kemenangan semu. Ketika mengalami kekalahan, ia kemudian terjerat pinjaman online ilegal untuk menutupi kerugiannya. Kondisi tersebut akhirnya menyeret dirinya ke dalam lingkaran utang, kehancuran ekonomi keluarga, tekanan penagihan, hingga konflik rumah tangga yang semakin kompleks.
Film Menang untuk Kalah diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, di antaranya Surya Saputra sebagai Bima, Lulu Tobing, Yessy Gusman, Alessandrio Karamoy, Ajil Ditto, Putri Ziani, Beddu, Tike Priatnakusumah, serta Tigor. Kehadiran para pemain senior dan generasi muda tersebut diharapkan mampu memperkuat pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas.
Dalam film ini, sosok anggota Kepolisian juga ditampilkan bukan semata-mata sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai figur humanis yang hadir memberikan edukasi, pendampingan, serta upaya pencegahan kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik judi online dan pinjaman online ilegal.
Kapolda Jawa Barat, Komjen Pol. Rudi Setiawan, memberikan dukungan penuh terhadap produksi film ini, mulai dari penguatan substansi pesan moral hingga pengawasan terhadap komunikasi publik yang dibangun melalui karya sinematik tersebut.
Sementara itu, dalam pelaksanaan produksi di lapangan, proses pembuatan film turut mendapat dukungan dan pendampingan dari Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H.
Kapolda Jabar Komjen Pol. Rudi Setiawan hadir langsung dalam kegiatan peluncuran dan promosi film yang digelar di Hotel Savoy Homann, Bandung, Kamis (2/7/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menegaskan bahwa penyelesaian persoalan judi online dan pinjaman online ilegal tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan langkah edukatif dan preventif kepada masyarakat.
"Judol bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Dampaknya bahkan sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Judol sering memberikan kemenangan di awal untuk menarik minat pemain. Namun pada akhirnya berujung pada kekalahan, kerugian finansial, hingga kehancuran kehidupan pelakunya," ujarnya.
Kapolda Jabar juga menyoroti keterkaitan erat antara praktik judi online dengan maraknya pinjaman online ilegal. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memanfaatkan pinjol ilegal untuk menutupi kerugian akibat bermain judi online, sehingga terjebak dalam lingkaran persoalan yang semakin sulit diselesaikan. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., pada Jumat (3/7/2026), mengatakan bahwa dukungan Polda Jabar terhadap film Menang untuk Kalah merupakan bagian dari strategi komunikasi publik dan edukasi sosial yang dilakukan Kepolisian kepada masyarakat.
"Film ini dibuat berdasarkan realitas dan fakta yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui pendekatan seni dan budaya, kami berharap pesan mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal dapat diterima secara lebih luas, menyentuh sisi emosional masyarakat, serta menjadi sarana edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan," ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Melalui dukungan terhadap film Menang untuk Kalah, Polda Jawa Barat berharap masyarakat semakin memahami bahwa judi online dan pinjaman online ilegal bukanlah solusi atas persoalan ekonomi, melainkan ancaman yang dapat menghancurkan masa depan individu, keluarga, dan lingkungan sosial. Kehadiran film ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus gerakan edukasi bersama untuk membangun masyarakat yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
Red. Tri.

Komentar
Posting Komentar