*Berawal dari Kasus Judi Kosambi, Lahir Film “Menang Untuk Kalah” Angkat Dampak Judol dan Pinjol
Jabarindo.com Film Menang Untuk Kalah lahir dari kolaborasi antara Polda Jawa Barat dan insan seni sebagai media edukasi mengenai bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Kapolda Jawa Barat Komjen Pol. Rudi Setiawan mengatakan, ide pembuatan film tersebut berawal dari diskusi dengan Alfarizi, seorang seniman yang dikenalnya. Percakapan itu terjadi setelah Polda Jabar mengungkap kasus perjudian di kawasan Kosambi yang sempat menjadi perhatian publik.
Menurutnya, Jawa Barat tidak memberikan ruang bagi segala bentuk perjudian karena praktik tersebut menjadi pemicu berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Dari kolaborasi tersebut lahirlah film Menang Untuk Kalah produksi Para Films yang mengangkat kisah korban yang terjebak dalam lingkaran kecanduan judi online hingga terlilit utang pinjaman online ilegal.
Film tersebut menggambarkan berbagai dampak yang dialami korban, mulai dari tekanan akibat penagihan utang, kehancuran ekonomi keluarga, konflik rumah tangga, hingga perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan.
Kapolda Jabar menilai cerita yang diangkat merupakan cerminan berbagai kasus yang selama ini ditemukan di lapangan.
“Film ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa mengalami kehancuran akibat judi online dan bagaimana tekanan yang dialami korban ketika diteror penagih pinjaman online ilegal. Semua itu merupakan kenyataan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya, Jum'at (3/7/2026)
Film Menang Untuk Kalah turut dibintangi sejumlah aktor Indonesia, termasuk aktor senior Surya Saputra. Kehadiran para pemeran diharapkan mampu memperkuat penyampaian pesan moral kepada masyarakat mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal.
Kapolda Jabar mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut. Menurutnya, karya seni memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran publik karena mampu menyampaikan pesan dengan cara yang lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Ia berharap film tersebut dapat dipublikasikan secara luas dan menjadi salah satu media edukasi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan judi online serta pinjaman online ilegal di tengah masyarakat.
Red. Tri

Komentar
Posting Komentar