Ribuan Mahasiswa Akan Turun Mengatasi Sampah Kota Bandung
JABARINDO.COM -Dukungan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi penanganan sampah yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat di Balai Kota Bandung, Jumat (26/6). Rapat dihadiri oleh Dansatgas Citarum Harum, Dansektor 9 Satgas Citarum Harum, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, serta unsur terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari sumber timbulan sampah di lingkungan masyarakat. Pendekatan yang diterapkan adalah pengelolaan sampah melalui pemilahan, pengolahan, dan daur ulang sebagai langkah utama untuk mengurangi beban sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos, pupuk organik cair (POC), eco enzyme, maupun dimanfaatkan melalui budidaya maggot dan metode pengolahan lainnya seperti Loseda. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dipilah untuk didaur ulang melalui bank sampah atau pihak ketiga, sedangkan sampah residu akan ditangani melalui TPA maupun fasilitas pengolahan lainnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, timbulan sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Saat ini baru sekitar 30 persen yang telah tertangani, sementara sekitar 70 persen masih memerlukan penanganan yang lebih optimal.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerjunkan sekitar 1.500 mahasiswa dari lima perguruan tinggi dan 2.500 anggota Pramuka selama kurang lebih tiga bulan. Mereka akan melaksanakan edukasi kepada masyarakat di lima kecamatan prioritas, yaitu Coblong, Bandung Wetan, Arcamanik, Buah Batu, dan Rancasari, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Dalam pelaksanaannya, Satgas Citarum Harum melalui Sektor 9 akan melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, pemerintah kecamatan, perguruan tinggi, serta Kwartir Cabang Pramuka. Satgas juga akan mengawal pelaksanaan program, memonitor perkembangan di lapangan, serta melaporkan berbagai hal menonjol sebagai bahan evaluasi.
Dansatgas Citarum Harum, Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, S.H., menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas inisiatif melibatkan mahasiswa dan Pramuka dalam gerakan edukasi pengelolaan sampah. Ini merupakan langkah yang sangat strategis karena perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari pemahaman dan kesadaran di tingkat rumah tangga. Penanganan sampah dari hulu menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan," ujar Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto.
Ia menambahkan, Satgas Citarum Harum siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi lintas sektor dan pendampingan di lapangan agar kegiatan berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Kami akan mengawal pelaksanaan program ini bersama seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, Pramuka, Satgas Citarum Harum, dan masyarakat merupakan kekuatan besar untuk mewujudkan Kota Bandung yang lebih bersih sekaligus mendukung keberhasilan Program Citarum Harum. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi contoh dan diadopsi oleh daerah lain di Jawa Barat," tegasnya.
Menurutnya, upaya mengurangi timbulan sampah melalui pemilahan, pengolahan, dan daur ulang akan berdampak langsung terhadap berkurangnya beban TPA sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, termasuk kualitas daerah aliran Sungai Citarum.
Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, Satgas Citarum Harum optimistis budaya pengelolaan sampah dari sumbernya dapat tumbuh di tengah masyarakat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan demi terwujudnya ekosistem Sungai Citarum yang semakin baik.
Red.

Komentar
Posting Komentar