LSM GRASI Geruduk Kementerian pekerjaan umum Tuntut Audit Total Proyek SPAM Cilongkrang
Bandung, Jabarindo.com 04/06/2026 Lembaga Seadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (GRASI) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Direktorat Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Graha Wiksa Praniti, Jalan Turanga No. 5, Lengkong, Kota Bandung.
Dalam orasinya yang lantang, para orator GRASI mendesak Kementerian PUPR, Dirjen Cipta Karya, dan Inspektorat Jenderal untuk segera bertindak. Mereka menuntut audit total secara teknis dan administratif terhadap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cilongkrang, Kabupaten Majalengka yang menelan anggaran APBN puluhan miliar rupiah.
GRASI mendesak Satker/PPK membuka seluruh dokumen teknis tanpa ada yang ditutup-tutupi. Mulai dari progres kerja, volume riil di lapangan, kualitas pipa, pekerjaan galian, sambungan, hasil uji tekan _hydrotest_, hingga dasar perhitungan pembayaran harus diungkap ke publik.
GRASI juga menyoroti kejelasan bangunan _broncaptering_. Publik berhak tahu apakah bangunan tersebut murni proyek baru atau hanya renovasi bangunan lama yang di-mark up. Ada dugaan kuat penggelembungan volume dan nilai pembayaran pada item ini.
Dengan nilai proyek mencapai puluhan miliar, GRASI menuntut audit kewajaran harga secara ketat. Evaluasi penawaran, jaminan pelaksanaan, dan seluruh item rawan selisih pembayaran harus dibedah tuntas. Jangan sampai APBN jadi bancakan oknum.
Selain itu, GRASI menyoroti dampak sosial yang diabaikan. Petani dan warga yang lahannya dilintasi jalur pipa harus mendapat kejelasan. Kementerian PU wajib membuktikan adanya persetujuan lahan, membayar kompensasi yang layak, dan memulihkan lahan warga seperti semula.
GRASI mendesak aparat pengawas dan penegak hukum untuk tidak ragu bertindak. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kelalaian, atau kerugian keuangan negara, kasus ini harus naik ke proses hukum. Jangan hanya berhenti di temuan audit.
Aksi sempat memanas saat massa menuntut bertemu langsung dengan Kepala Balai. Setelah negosiasi alot, akhirnya beberapa perwakilan aksi diterima oleh Wakil Kepala Balai untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
GRASI menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika tuntutan diabaikan, gelombang aksi lanjutan dengan massa lebih besar siap digelar.
Red/intriah

Komentar
Posting Komentar