KDS Dorong BPR Kertaraharja Perkuat Peran dalam Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Daerah
Dalam sambutannya, KDS menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan RUPS yang dinilai sebagai forum penting untuk melakukan evaluasi kinerja, pengambilan keputusan strategis, serta memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan BPR Kertaraharja.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, saya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan RUPS Tahun Buku 2025 ini. Forum ini memiliki fungsi strategis sebagai sarana evaluasi kerja, pengambilan keputusan, dan penguatan komitmen bersama untuk memperkuat BPR Kertaraharja sebagai lembaga keuangan yang sehat, profesional, dan berdaya saing," ujar KDS.
Menurutnya, BPR Kertaraharja memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Kehadiran BPR tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, pedagang kecil, dan pelaku usaha produktif lainnya.
Karena itu, KDS berharap RUPS dapat menghasilkan berbagai keputusan yang strategis dan visioner, termasuk dalam penguatan struktur manajemen, peningkatan tata kelola perusahaan, serta penyusunan langkah-langkah pengembangan usaha yang progresif guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
Menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang, KDS juga mendorong BPR Kertaraharja untuk memperkuat sistem kehati-hatian dalam menjalankan operasional perusahaan.
Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko, terutama dalam proses penyaluran kredit, sekaligus meningkatkan fungsi pengelolaan pengaduan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat.
Selain itu, KDS meminta jajaran manajemen untuk menyusun langkah-langkah perbaikan yang terukur dengan target jangka pendek selama enam hingga dua belas bulan ke depan sebagai acuan bersama dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
"Kita harus memiliki target yang jelas untuk enam hingga dua belas bulan ke depan sehingga menjadi kerangka acuan yang disepakati bersama dalam mendorong kemajuan BPR Kertaraharja," katanya.
Lebih lanjut, KDS menegaskan pentingnya transformasi digital dalam sektor perbankan. Menurutnya, digitalisasi saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi agar mampu menjawab tuntutan dan perkembangan zaman.
Ia mendorong BPR Kertaraharja untuk terus memperkuat akses digitalisasi dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, sekaligus menghadirkan inovasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan. Oleh karena itu, inovasi produk dan layanan digital harus terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat, disertai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat," tuturnya.
KDS berharap berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPS tersebut dapat menjadi langkah konkret untuk memperkuat kinerja BPR Kertaraharja sebagai bank milik daerah yang sehat, profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Bandung.
Simber. Humas Pemkab Bandung - Diskominfo/sy
Red. Intriah

Komentar
Posting Komentar