Ali Syakieb: MBG Bukan Sekadar Makan Bergizi, Tapi Investasi Generasi Emas 2045
JABARINDO.COM Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb optimistis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung.
Optimisme itu disampaikan Ali Syakieb saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margahayu Selatan 004 milik Yayasan Adidaya Global Nusantara di Kecamatan Margahayu, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Ali, keberadaan SPPG menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung keberhasilan program MBG sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.
"Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bandung, saya meyakini program MBG ini akan memberikan dampak yang cukup besar terhadap upaya penurunan stunting ke depan," kata Ali Syakieb.
Ia mengapresiasi fasilitas SPPG Margahayu Selatan 004 yang dinilai memiliki standar bangunan dan sistem pendukung yang baik. Selain memiliki kapasitas yang cukup besar, dapur tersebut juga dilengkapi sejumlah perangkat keamanan modern, termasuk sistem pendeteksi kebocoran gas yang dapat bekerja secara otomatis.
"Saya melihat dari sisi layout, bangunan, hingga spesifikasi fasilitasnya sangat baik. Bahkan ada sistem keamanan yang menurut saya bisa menjadi contoh bagi SPPG lainnya," ujarnya.
Ali mengatakan saat ini Kabupaten Bandung telah memiliki sekitar 545 titik SPPG yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu ia meminta seluruh mitra penyelenggara, koordinator wilayah, dan koordinator kecamatan untuk terus memperkuat koordinasi dan memastikan program berjalan optimal di lapangan.
"Kita tentu memahami masih ada berbagai tantangan. Tapi tugas kita bersama adalah terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan agar program ini semakin maksimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Meski demikian, Ali mengingatkan bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi. Faktor pola asuh keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pernikahan usia dini juga menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian bersama.
"Masalah stunting bukan hanya soal makanan bergizi. Ada faktor pola asuh dan faktor lainnya yang juga harus kita benahi bersama agar tidak terjadi peningkatan kasus stunting di masa mendatang," ujarnya.
Ali mengaku optimistis hasil survei stunting yang akan dilakukan dalam waktu dekat akan menunjukkan perkembangan positif. Menurut dia, berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk melalui Program Makan Bergizi Gratis, mulai menunjukkan arah yang baik dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak di Kabupaten Bandung.
"Insyaallah dengan ikhtiar yang terus kita lakukan bersama, saya optimistis angka stunting di Kabupaten Bandung akan terus menurun," kata Ali.(Inttriah)

Komentar
Posting Komentar