Hari BPR-BPRS Nasional 2026 Sukses Gelar, Perkuat Komitmen Inklusi Keuangan Lewat Tema "Langkah Untuk Negeri, Ekonomi Rakyat Maju"
Bandung, Jabarindo.com 31 Mei 2026 – Peringatan Hari Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPR-BPRS) Nasional 2026 sukses digelar pada Minggu, 31 Mei 2026, di Tegallega Park, Kota Bandung. Mengusung tema "Langkah Untuk Negeri, Ekonomi Rakyat Maju", kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran BPR dan BPRS sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan dan pemerataan akses keuangan di Jawa Barat.
Acara ini terselenggara berkat dukungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Eka, BPJS Ketenagakerjaan, BPR KS, ASISTINDO, Bank Nusamba, serta GDC Merchant. Ribuan pengunjung memadati lokasi sejak pagi, terdiri dari masyarakat umum, pelaku UMKM, serta jajaran pejabat tinggi negara, regulator, dan tokoh industri keuangan nasional.
Deretan pemangku kepentingan hadir dan duduk di barisan VVIP, di antaranya: Mustofa, Anggota Komisi XI DPR RI; Bernard Widjaja, Kepala Departemen Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK; Doddy Zulverdi, Anggota Dewan Komisioner LPS; Budi Joyo Santoso, Anggota KPPU; Diffi Johansyah dan Moh. Jufrin, Anggota Badan Supervisi OJK; Agung Gunawan Raharja, Deputi Direktur Bank Indonesia; Tedy Alamsyah, Ketua Umum Perbarindo; Eko B Supriyanto, Chairman Infobank Media Group; serta jajaran pimpinan Perbarindo dan perwakilan LPS.
Doddy Zulverdi, Anggota Dewan Komisioner LPS mengungkapkan
"BPR-BPRS bukan sekadar bank. Ini urat nadi ekonomi rakyat. Dari pasar tradisional hingga pelosok desa, mereka yang pertama hadir melayani. Tugas LPS jelas: menjamin setiap rupiah simpanan masyarakat. Jadi tidak ada alasan ragu. Aman menabung di BPR-BPRS, aman juga mengembangkan usaha."
"Zaman berubah cepat. BPR-BPRS tidak boleh tertinggal. Digitalisasi wajib, inovasi harus, tapi kehati-hatian adalah harga mati. OJK tidak hanya mengawasi. Kami mendampingi agar BPR-BPRS naik kelas: sehat, kuat, dan siap bersaing tanpa meninggalkan DNA-nya sebagai bank rakyat." ungkap Bernard Widjaya yang mewakili OJK
"Ekonomi rakyat hanya maju kalau persaingannya sehat. BPR-BPRS harus jadi mitra, bukan sekadar rentenir berbaju formal. KPPU mengawal agar UMKM dapat akses pembiayaan yang adil. Tidak ada monopoli, tidak ada yang dirugikan. Rakyat untung, BPR-BPRS tumbuh." Pungkas Budi Joyo santosa selaku anggota KPPU
Peringatan ini dikemas melalui bazar produk unggulan UMKM binaan BPR-BPRS, pameran layanan perbankan, sesi diskusi literasi keuangan, hingga layanan konsultasi gratis dari BPJS Ketenagakerjaan dan GDC Merchant. Antusiasme tinggi terlihat dari padatnya pengunjung hingga sore hari.
Acara ditutup dengan pembacaan deklarasi bersama seluruh pemangku kepentingan. Isinya menegaskan tekad untuk terus memperkuat peran BPR-BPRS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.



Komentar
Posting Komentar