KDS Dorong Ansor Jadi Motor Penanganan Sampah di Pesantren


Jabraindo.com -Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor yang membentuk Satuan Tugas Penanganan Sampah berbasis pesantren.


Satgas Penanganan Sampah Ansor ini merupakan bentuk aksi nyata dalam menjaga lingkungan hidup (ekologi) yang digerakkan oleh kader muda Nahdlatul Ulama (NU), yang juga dikenal sebagai Ansor Hijau atau satgas relawan sampah.

Apresiasi dan dukungan tersebut disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS), saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir ke-92 GP Ansor di Gedung Budaya Soreang (GBS), Jumat (24/4/2026).

“Saya mengapresiasi terbentuknya Satgas Penanganan Sampah karena masalah sampah ini harus kita pikirkan bersama. Karena itu Pemkab Bandung selalu siap untuk mendukung dan berkolaborasi,” tegas KDS.

Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan di hilir, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat sejak dari rumah tangga, lingkungan pesantren, hingga tingkat desa.

Ia menilai pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan karakter dan sosial kemasyarakatan, sehingga sangat tepat jika gerakan penanganan sampah dimulai dari lingkungan pesantren.

KDS menegaskan, sampah harus bisa dimanfaatkan secara maksimal hingga memiliki nilai ekonomis, bukan hanya menjadi beban lingkungan.

Menurutnya, sampah plastik dapat dikelola menjadi bahan bernilai jual, sementara sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos maupun maggot yang mendukung sektor pertanian dan peternakan.

Pihaknya pun siap membantu Ansor agar persoalan sampah bisa diselesaikan dari tingkat pesantren hingga lingkungan masyarakat sekitar.

“Nanti kita siapkan offtaker-nya. Kalau perlu mesin pengolah sampahnya nanti kita usahakan dan silahkan usulkan kepada saya. Bahkan para sahabat Ansor yang menangani sampah ini nantinya bisa kita berikan insentif setiap bulan,” ungkap KDS.

Selain dukungan sarana, KDS juga berharap Ansor mampu menjadi motor edukasi masyarakat agar tumbuh kesadaran dan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.

“Ansor harus jadi garda terdepan dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Bandung. Sebab dalam 10 sampai 20 tahun mendatang, sahabat semualah yang akan menjadi pemimpin bangsa,” pungkasnya.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bandung, Dede Sumarsah mengatakan, usia ke-92 Ansor menjadi momentum penting untuk memperkuat tanggung jawab organisasi dalam berbagai bidang, termasuk isu lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, Ansor dan Banser harus terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam menjaga ulama dan NKRI, tetapi juga dalam menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Harlah ke-92 menjadi momentum bagi Ansor dan Banser untuk konsolidasi organisasi, berkomitmen menentukan apa yang akan kita lakukan ke depan, serta mengawal kiai dan menjaga NKRI,” kata Dede.

Ia menambahkan, pembentukan Satgas Penanganan Sampah berbasis pesantren menjadi salah satu langkah konkret Ansor dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Bandung, sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda dan lingkungan pesantren.(Intriah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembangunan Hotel dan Rumah Sakit PT Bethesda Hospital Indonesia, Ketua RW 07 Bojongpulus Benturkan Awak Media dengan Mitra nya

Boyke Soerianata yang Sudah Bekerja 17 Tahun di Harley Davidson, membuka pelatihan tentang mekanic Harley secara online dan gratis.

Penyidik dan Penyidik Pembantu T.A 2025 Polda Jabar